PPBola.net - THE BEST TIPSTER AND ONLINE BETTING - BANDAR BOLA ONLINE - AGEN BOLA ONLINE - AGEN SABUNG AYAM - AGEN TANGKAS - AGEN CASINO - AGEN TOGEL

Pages

Sandiaga Uno Nilai Tim Pemantau Pencaci Jokowi Kurang Kerjaan

Sandiaga Uno Nilai Tim Pemantau Pencaci Jokowi Kurang Kerjaan
"Saya enggak mau suudzon takutnya nanti kita membuat kerjaan yang sangat tidak perlu kaya kurang kerjaan saja," kata Sandi usai menggelar buka puasa bersama di kediaman Ibunya, Mien Uno di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

Kata Sandi, tim itu tak perlu dibentuk sebab tim ini berpotensi hanya menghambur-hamburkan uang negara.

"Padahal sudah ada netizen yang budiman, kalau tokoh-tokoh itu ada omongan kan langsung dinilai sama netizen yang budiman," kata Sandi. "Kalau ada badan lagi nanti menurut saya akan ada tambahan lagi untuk anggaran. Negara sudah banyak pengeluaran dan menurut saya bukan prioritas."

Sandi menyebut ide untuk membentuk tim yang dikatakan Wiranto itu sebagai ide yang sangat usang. Tak segan-segan Sandi bahkan menyebutnya sebagai sesuatu dari zaman lama atau dia menyebutnya dengan istilah zaman old.

Hal ini menurut Sandi sengaja dibentuk untuk membungkam tokoh-tokoh lama yang memang senang mengungkapkan ketidaksetujuannya pada pemerintah.

"Saya tegas saja, itu menurut saya cara-cara usang zaman old untuk membungkam para tokoh, enggak apa-apa biar para tokoh bicara kalau tokoh bicara kan ada Undang-undang ITE, ada Undang-undang yang berlaku di masyarakat," katanya.

Tim hukum nasional tersebut nantinya akan berisi para pakar hukum tata negara dan akademisi dari perguruan tinggi. Wiranto mengaku telah mengundang dan mengajak mereka bicara terkait pembentukan tim tersebut.

Wiranto berjanji akan memastikan pemerintah akan mengimplementasikan aturan-aturan dan sanksi tersebut secara adil. Ia berkata tak ada perlakuan khusus bagi tokoh manapun yang melanggar aturan hukum.
Share:

Lagi, Empat Penambang Emas Meninggal di Area Ilegal Kalsel

Lagi, Empat Penambang Emas Meninggal di Area Ilegal Kalsel
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebanyak empat penambang meninggal tertimbun tanah longsor di area penambangan emas ilegal di Kalimantan Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan sebanyak para penambang emas di Kotabaru, Kalimantan Selatan, diketahui hilang sejak Sabtu (4/5) siang.

Dalam perkembangannya, empat penambang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sehari setelahnya atau Minggu (5/5). Keempat orang yang meninggal dunia ialah Syahruni (25 tahun), Misdi (35 tahun), Ali (30 tahun) dan Tatung (40 tahun). Sedangkan seorang penambang atas nama Sugeng (35 tahun) selamat, meski mengalami luka serius.

"Seluruh korban hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, jenazah sudah diserahkan ke keluarga masing-masing," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Minggu (5/5) malam.

Saat ini, menurut dia, kronologi kejadian masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Sutopo mengaku pihaknya mengalami kendala di lapangan, karena lokasi kejadian berada di daerah yang sulit dijangkau, yakni 15 kilometer (Km) dari Kecamatan Sungai Durian dan ditempuh dengan jalan kaki sekitar 4-5 jam. Adapun, upaya dilakukan saat ini melakukan pendataan sekaligus pencarian korban.

Share:

13 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Pontianak

13 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Pontianak

"Saya ingin memastikan kapal-kapal itu tenggelam, karena kapal-kapal itu sudah beberapa kali ditangkap dan berulang melakukan pencurian ikan. Saya ingin pastikan kapal-kapal itu ditenggelamkan," kata Susi di Pontianak seperti dilansir Antara, Minggu (5/5/2019).

13 kapal ditenggelamkan di perairan wilayah Pulau Daton dan tiga unit di Sambas. Susi mengatakan masih ada banyak kapal lagi yang akan ditenggelamkan.

"Sebanyak 51 kasus kapal asing yang mencuri ikan di perairan kita dan sudah berkekuatan hukum. Sudah dijadwalkan akan ditenggelamkan," katanya.

Susi menambahkan, saat ini masih ada 90 kasus kapal asing lagi yang dalam proses banding serta kasasi. Setelah berkekuatan hukum tetap, maka 90 kapal itu juga akan ditenggelamkan.

Dia berharap pemerintah Indonesia menang pada tingkat banding dan kasasi. Susi mengatakan akan segera menindak setelah ada putusan hukum tetap.

"Ini memang yang saya inginkan, adanya kepastian hukum dan ketegasan pemerintah Indonesia terhadap kapal- kapal asing yang mencuri ikan di wilayah laut kita, agar ada efek jera," kata dia.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan laut Indonesia memberi efek seperti meningkatnya stok ikan sekitar 100 persen. Kemudian, kenaikan hasil tangkapan ikan para nelayan Indonesia yang naik hampir 50 persen selama lima tahun terakhir.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mendukung Susi. Sutarmidji berharap kapal-kapal asing yang mencuri ikan di wilayah laut Indonesia segera ditangkap dan diserahkan untuk diproses hukum. Dia mengatakan penindakan yang tegas terhadap kapal asing pencuri ikan berdampak positif pada hasil tangkapan nelayan lokal.

"Bila perlu tidak menunggu pengadilan lagi, peraturan pemerintah (PP)-nya sudah jelas dan tidak perlu dilelang," katanya.

"Nasib para nelayan kita semakin baik, artinya langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Kelautan Perikanan ini saya dukung," tambah Sutarmidji.

Share:

Terpidana Arab Saudi Diduga Disiksa Sebelum Dieksekusi Mati

Terpidana Arab Saudi Diduga Disiksa Sebelum Dieksekusi Mati

Menurut kesaksian yang diperoleh CNN, dikutip pada 26 April 2019, bahwa mereka sama sekali tidak bersalah berdasarkan pengakuan mereka ditulis oleh orang yang telah menyiksa mereka, dan mereka sempat mengajukan banding.

Beberapa mengaku memiliki bukti penyiksaan yang dilakukan interogator mereka.
Namun tidak satu pun dari argumen-argumen ini yang mempengaruhi para hakim yang mengawasi persidangan mereka pada tahun 2016, dan para tersangka dihukum karena kejahatan terkait teror dan dihukum mati.

Pada hari Selasa, Riyadh mengumumkan bahwa 37 orang telah dieksekusi, termasuk tiga orang yang masih di bawah umur.

Salah satu dari mereka disalib setelah eksekusi, digantung dan dipajang sebagai peringatan.
Amnesty International mengatakan yang termuda dari orang yang dieksekusi adalah Abdulkareem al-Hawaj. Dia dituduh berpartisipasi dalam protes ricuh pada usia 16, dan hukuman matinya memicu kemarahan PBB, yang mendesak kerajaan untuk membatalkan putusan itu.

Yang lainnya adalah Mujtaba al-Sweikat, yang berusia 17 tahun ketika ia ikut serta dalam demonstrasi yang berujung penangkapannya pada 2012. Ia ditahan di bandara di Dammam saat ia bersiap untuk naik pesawat ke Amerika Serikat, di mana dia mendaftar kuliah di Western Michigan University.

CNN telah memperoleh ratusan halaman dokumen dari tiga persidangan 2016 yang melibatkan 25 orang yang eksekusi mereka diumumkan minggu ini. Sebelas orang dinyatakan bersalah memata-matai atas nama Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi. 14 lainnya dihukum karena membentuk "sel teror" selama protes anti-pemerintah di kota Awamiya yang sebagian besar Syiah pada tahun 2011 dan 2012.

Sebagian besar dari mereka berasal dari minoritas Syiah yang sering dipersekusi di Arab Saudi.
Bagi pihak berwenang, persidangan mereka yang terlibat dalam protes Awamiya adalah kasus terbuka dan tertutup, orang-orang itu mengaku, dan keadilan ditegakkan, kata seorang pejabat Saudi.

Ketika PBB mengemukakan kekhawatiran pada tahun 2017 bahwa penyiksaan telah digunakan untuk mendapatkan pengakuan dalam kasus itu, pemerintah Saudi menjawabnya dengan sepucuk surat yang menyangkal klaim tersebut dan menyatakan bahwa orang-orang itu mengaku bersalah di hadapan pengadilan.

Tetapi dokumen-dokumen yang diperoleh CNN menunjukkan, beberapa pria dalam kasus Awamiya berulang kali mengatakan kepada pengadilan bahwa pengakuan itu palsu dan terpaksa karena penyiksaan.

Dalam beberapa kasus, para tersangka mengatakan mereka hanya memberikan cap jempol untuk menandatangani pengakuan yang mereka klaim telah ditulis oleh penyiksa mereka.
"Itu bukan kata-kata saya," kata salah satu tersangka, Munir al-Adam, selama persidangan, menurut dokumen.

"Aku tidak menulis surat. Ini pencemaran nama baik yang ditulis oleh interogator dengan tangannya sendiri."

Pria 27 tahun, yang sebagian buta dan tuli, disebut sebagai salah satu pria yang dieksekusi pada hari Selasa.

Pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi beberapa permintaan untuk mengomentari tuduhan penyiksaan dan pengakuan paksa yang tercantum dalam dokumen pengadilan.

"Kerajaan Arab Saudi telah lama mengadopsi kebijakan tanpa toleransi terhadap teroris yang menumpahkan darah orang tak bersalah, mengancam keamanan nasional kerajaan dan mendistorsi negara kita yang besar...Para penjahat yang dihukum yang dieksekusi hari ini menjalani pengadilan dan dinyatakan bersalah atas kejahatan yang sangat serius," tulis pernyataan Arab Saudi tentang eksekusi mati tersebut.

Share:

Brimob Ditarik ke Jakarta, Lemkapi Dukung Polri Jaga Keamanan Pasca Pemilu 2019

Brimob Ditarik ke Jakarta, Lemkapi Dukung Polri Jaga Keamanan Pasca Pemilu 2019

"Kami mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk TNI/Polri bersama-sama menjaga stabilitas keamanan apalagi Jakarta sebagai barometer. Semua harus kondusif terlebih menjelang pengumuman hasil Pilpres 22 Mei 2019 nanti oleh KPU," kata Direktur Eksekutif Edi Hasibuan dalam keterangan persnya, Kamis (25/4/2019).

Edi mengatakan, sesuai tugasnya TNI/Polri wajib memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat bahwa negara selalu dan dalam keadaan aman. “Sejauh ini kita melihat situasi kamtibmas di Jakarta dan seluruh wilayah di Indonesia sangat kondusif,” ujarnya.

Mantan anggota Kompolnas ini juga meminta para elite politik, termasuk tim sukses capres/cawapres menahan diri. Tidak mengeluarkan penyataan yang provokatif sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Mari kita sama-sama menunggu hasil resmi KPU siapa pemenang pilpres. Kalau ada perbedaan pandapat sebaiknya gunakan jalur hukum sesuai aturan perundangan yang ada, " ungkap pengajar Universitas Dirgantara Suryadarma Jakarta ini.

Lebih lanjut Edi meminta Polri juga harus tetap fokus memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayom terhadap masyarakat. Tidak larut dalam pengamanan sehingga pelayanan lain terganggu. "Waspada harus tapi jangan menganggu pelayanan lain," tandasnya.

Share:

Naik Tinggi, Investor Tuai Cuan di Perusahaan Erick Thohir


Naik Tinggi, Investor Tuai Cuan di Perusahaan Erick Thohir
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin pagi (22/4/2019), pukul 09.40 WIB, aksi profit taking tersebut membuat harga saham ABBA tercatat terkoreksi dalam hingga 6,13% ke level Rp 153/saham.

Volume perdagangan saham tercatat mencapai 32,77 juta saham senilai Rp 5,2 miliar. Asing hari ini melepas saham ABBA sebesar Rp 111 juta dan year to date asing melepas Rp 503 juta.

Mahaka Media merupakan perusahaan milik pengusaha Erick Thohir yang menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dalam sebuan terakhir, kegiatan Erick Thohir sebagai Ketua TKN, kembali menjadi katalis pergerakan harga saham ABBA.

Investor berharap ABBA akan mendapatkan keuntungan dari posisi Erick tersebut, dengan masuknya iklan ke media dan baliho yang dimiliki ABBA.

Harga saham ABBA dalam sebulan terakhir tercatat naik 77,17% (dari periode 18 Maret 2019 hingga 18 April 2019). Setelah hasil quick count diumumkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, saham ABBA kembali melesat.

Namun hari ini, saat Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan jual karena aksi profit taking harga saham ABBA ikut terkoreksi dalam.

Share:

Perempuan Muda Dibakar Sampai Mati karena Laporkan Pelecehan Seks

Perempuan Muda Dibakar Sampai Mati karena Laporkan Pelecehan Seks

Keberaniannya dalam mengungkap pelecehan seksual dan kematiannya lima hari sesudah ia dibakar, serta segala hal yang terjadi di antara peristiwa-peristiwa itu telah mengguncang Bangladesh serta membawa perhatian pada kerentanan korban pelecehan seksual di negara Asia Selatan tersebut.

Nusrat, 19 tahun, berasal dari Feni, sebuah kota kecil 160 kilometer dari ibukota Dhaka. Ia belajar di madrasah atau sekolah Islam di Bangladesh. Pada tanggal 27 Maret, ia menyatakan kepala sekolah memanggilnya ke kantornya dan berulang kali menyentuhnya dengan cara tak pantas. Sebelum keadaan menjadi lebih buruk, ia pun kabur dari ruang itu.

Banyak perempuan muda di Bangladesh memilih untuk menyimpan dalam-dalam pelecehan dan kekerasan seksual yang mereka alami karena takut tambah dipermalukan oleh keluarga atau masyarakat mereka.

Yang membedakan dengan Nusrat Jahan adalah ia tidak hanya bicara, tapi ia juga melaporkan pelecehan seksual itu ke polisi dengan bantuan keluarganya pada hari ketika pelecehan seksual yang dituduhkan itu terjadi.

Di kantor polisi setempat, ia memberi pernyataan. Ia seharusnya disediakan tempat yang aman saat melaporkan pengalaman traumatisnya itu. Alih-alih, ia malah difilmkan oleh seorang petugas yang menerima laporannya saat menggambarkan siksaan yang ia hadapi.

Di rekaman video itu, terlihat jelas Nusrat merasa tertekan dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan tangan. Polisi yang menerima pengaduannya terdengar mengatakan "tak apa-apa" dan meminta Nusrat menyingkirkan tangan dari wajahnya. Belakangan, rekaman video itu bocor ke media setempat.

Nusrat Jahan Rafi berasal dari kota kecil, datang dari sebuah keluarga yang konservatif, serta belajar di sekolah agama. Bagi seorang perempuan dalam posisinya, melaporkan pelecehan seksual bisa mendapat konsekuensi berat. Korban kerap menerima penghakiman dari komunitasnya, pelecehan - secara langsung maupun daring - dan dalam beberapa kasus, serangan fisik dengan kekerasan. Nusrat mengalami semua pengalaman tersebut.

Pada tanggal 27 Maret, sesudah ia melapor, polisi menangkap sang kepala sekolah. Namun persoalannya memburuk bagi Nusrat. Sekelompok orang berkumpul di jalan menuntut pembebasan si kepala sekolah. Protes ini diatur oleh dua orang murid laki-laki. Politisi setempat diduga ikut hadir di sana. Orang-orang mulai menyalahkan Nusrat. Keluarganya mulai merasa khawatir akan keselamatannya.

Tak urung, pada tanggal 6 April, atau sebelas hari sesudah pelecehan seksual terhadapnya, Nusrat datang ke sekolah untuk menghadiri ujian akhir.

"Saya mencoba membawa saudari saya itu ke sekolah dan masuk ke dalam, tapi saya dihentikan dan tak diperbolehkan masuk," kata saudara Nusrat, Mahmudul Hasan Noman.

"Kalau saya tak dihentikan, hal seperti itu tak akan terjadi pada saudari saya itu," katanya.

Menurut sebuah pernyataan yang diberikan oleh Nusrat, seorang teman perempuannya di sekolah membawanya ke atap sekolah sambil berkata seorang temannya dipukuli. Ketika Nusrat tiba di atap, empat atau lima orang - memakai burqa - mengelilinginya dan diduga mendesaknya untuk menarik tuduhannya kepada si kepala sekolah.

Ketika Nusrat menolak, mereka membakarnya.

Kepala penyelidik kepolisian Banaj Kumar Majumder mengatakan para pelaku ingin agar pembunuhan "itu terlihat seperti bunuh diri". Rencana itu gagal ketika Nusrat berhasil diselamatkan ketika mereka meninggalkan tempat kejadian. Nusrat mampu memberi pernyataan sebelum meninggal dunia.

"Salah satu pembunuh itu menekan kepalanya dengan tangannya, dan minyak tanah tidak disiramkan ke kepala, maka kepalanya tak terbakar," kata Majumder kepada BBC Bengali.

Namun ketika Nusrat dibawa ke rumah sakit setempat, dokter menemukan luka bakar telah menutupi 80 persen tubuhnya. Karena tak sanggup menangani luka tersebut, mereka mengirim Nusrat ke Dhaka Medical College Hospital.

Di dalam ambulans, karena khawatir tak akan selamat, Nusrat merekam pernyataan di telepon genggam saudaranya.

"Si kepala sekolah itu telah menyentuh saya. saya akan melawan kejahatan ini hingga napas saya yang terakhir," begitu bunyi rekamannya.

Ia juga mengidentifikasi beberapa penyerangnya sebagai para pelajar di sekolahnya.

Berita tentang Nusrat mendominasi pemberitaan media di Bangladesh. Pada tanggal 10 April ia meninggal dunia. Ribuan orang datang ke pemakamannya di Feni.

Sejak itu, polisi telah menahan 15 orang, tujuh di antaranya dituduh terlibat dengan pembunuhan. Di antara mereka yang ditangkap, terdapat dua orang pelajar yang mengorganisir protes mendukung si kepala sekolah. Si kepala sekolah sendiri masih di dalam tahanan. Polisi yang memfilmkan pengaduan pelecehan seksual Nusrat telah dipindahkan dari jabatannya dan dialihkan ke departemen lain.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina telah bertemu keluarga Nusrat di Dhaka dan berjanji bahwa setiap orang yang terlibat di dalam pembunuhan itu akan diadili. "Tak ada pelaku yang akan terbebas dari tindakan hukum," kata Sheikh Hasina.

Kematian Nusrat telah memicu protes dan ribuan orang menggunakan media sosial untuk menyatakan kemarahan mereka, baik terhadap kasus itu maupun pada perlakuan terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual di Bangladesh.

"Banyak perempuan yang tidak protes karena takut sesudah kejadian itu. Burqa, bahkan pakaian dari besi tak mampu menyetop pemerkosa," kata Anowar Sheikh di laman Facebook BBC Bengali.

"Saya ingin punya anak perempuan sepanjang hidup saya, tapi sekarang saya takut. Melahirkan anak perempuan di negeri ini artinya hidup dan ketakutan dan kecemasan," kata Lopa Hossain di post Facebook-nya.

Menurut kelompok pembela hak perempuan di Bangladesh,MahilaParishad, terdapat 940 peristiwa perkosaan di Bangladesh pada tahun 2018. Namun beberapa peneliti menyatakan angka sesungguhnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi.

"Ketika seorang perempuan mencoba mencari keadilan untuk pelecehan seksual, ia harus menghadapi lebih banyak lagi pelecehan. Kasusnya bisa berjalan beberapa tahun, dan ia akan dipermalukan oleh masyarakat, keinginan polisi untuk melakukan penyelidikan yang pantas juga sangat kecil," kata Salma Ali, pengacara hak asasi manusia dan bekas direktur asosiasi pengacara perempuan di Bangladesh.

"Ini membuat para korban berhenti mencari keadilan. Ujung-ujungnya para penjahat ini tidak dihukum, dan mereka akan melakukan kejahatan serupa. Yang lain tidak takut melakukan kejahatan semacam itu karena contoh-contoh yang terjadi ini."

Kini orang-orang bertanya: mengapa kasus Nusrat hanya mendapat perhatian sesudah ia diserang? Dan apakah kasus Nusrat ini akan mengubah cara pandang orang tentang pelecehan seksual di Bangladesh?

Di tahun 2009, Mahkamah Agung memerintahkan pembangunan ruang khusus untuk pelecehan seksual di lembaga pendidikan di mana para pelajar bisa melakukan pengaduan, tetapi hanya sedikit sekali sekolah yang menjalankan perintah itu. Para aktivis kini menuntut agar perintah itu dilaksanakan dan dimasukkan ke dalam undang-undang agar bisa melindungi para pelajar.

"Peristiwa ini telah mengguncang kita, tetapi sebagaimana kita lihat di masa lalu, peristiwa ini dilupakan seiring berjalannya waktu. Saya pikir tak akan banyak perubahan sesudah ini. Kita harus lihat apakah keadilan ditegakkan," kata Profesor Kaberi Gayen di Universitas Dhaka.

"Perubahan telah datang, baik secara psikologis maupun dalam pelaksanaan penegakan hukum. 
Kesadaran tentang pelecehan seksual harus dimunculkan sejak anak-anak di sekolah-sekolah," kata Prof Kaberi.

"Mereka harus belajar, apa yang benar dan salah dalam hal pelecehan seksual."


Share:

Popular Posts

Total Pageviews

Blog Archive

PPBola . Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Histats

LIVE CHAT

Recent Posts