PPBola.net - THE BEST TIPSTER AND ONLINE BETTING - BANDAR BOLA ONLINE - AGEN BOLA ONLINE - AGEN SABUNG AYAM - AGEN TANGKAS - AGEN CASINO - AGEN TOGEL

Pages

Arti TPS Menurut Sandiaga Tusuk Prabowo Sandi

Sandiaga Uno Di Garut


PPBola.net - Sandiaga Uno calon wakil presiden nomor urut 2, berkelit tentang pemungutan suara. Selain tempat pemungutan suara dia juga mengartikan TPS sebagai Tusuk Prabowo-Sandi.

Ketika saat berada di Garut dia berkelakar tentang arti dari TPS, "Apa Singkatan dari TPS ? Tusuk Prabowo Sandi, Memang sudah di atur, jadi TPS singkatannya Tusuk Prabowo Sandi."

Sandi mengatakan, dirinya bersama dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher sudah berkeliling Jawa Barat untuk kampanye. Saat tiba di Garut, dia melihat bahwa Garut memiliki potensi alam yang luar biasa.

Arti TPS Menurut Sandiaga Tusuk Prabowo Sandi


Sandiaga Uno


"Saya sama Kang Aher ini sudah dua hari keliling Jawa Barat mulai dari Pangandaran sampai Garut. Garut ini dianugerahi alam yang indah," kata Sandi.

Menurut Sandi, Garut bisa menjadi salah satu pusat industri kreatif yang bisa menggerakan ekonomi rakyat. Sandi berjanji akan memberikan kebutuhan yang diperlukan oleh kota penghasil dodol ini.

"Garut harus tumbuh didukung oleh industri pengolahan. Di bawah Prabowo-Sandi, InshaAllah, Garut akan kita berikan suntikan industri pengolahan untuk produk-produk yang unggul," jelasnya.

Terobosan akan dilakukan oleh Sandi dengan janji, untuk berupaya meningkatkan lapangan kerja dan penyediaan lapangan pekerjaan. Dan juga akan memberikan beasiswa sebanyak-banyaknya pada siswa yang berprestasi.

SMK akan dibuatkan link and match dengan dunia usaha agar bisa mencari pekerjaan setelah lulus. Dengan cara melakukan magang untuk anak sekolah kelas 11-12, Intinya Sandi berjanji "jika beasiswa akan di perbanyak, kesempatan magang diperluas, juga program mentoring akan kita sediakan," ujar Sandi.


Baca Juga : Menteri BUMN Membuka 11.000 Lowongan Kerja

Share:

FPI Demo Agar Pemprov DKI Melepaskan Saham Bir



PPBola.net - Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta, Abdul Aziz, menyatakan Fraksi PPP di DPRD DKI Jakarta telah menyepakati pelepasan saham perusahaan bir di PT Delta Djakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu ia katakan untuk merespon demo Front Pembela Islam (FPI) yang menyerukan larangan memilih partai pro saham bir di Pemilu 2019, termasuk diantaranya PPP.

Aziz menyatakan PPP sendiri telah meminta Gubernur Anies Baswedan untuk melepas saham bir itu sejak setahun lalu.

FPI Demo Agar Pemprov DKI Melepaskan Saham Bir


"Sejak Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, PPP Jakarta sudah meminta mereka untuk melepas saham di perusahaan produsen bir," kata Aziz



Pemprov DKI sendiri tercatat memiliki saham sebesar 26,25 persen di PT Delta Djakarta pada 2019. Saham tersebut merupakan perpaduan antara saham yang dimiliki Pemprov sejak 1970, yakni sebesar 23,34 persen ditambah milik Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya), yang juga milik Pemprov DKI, sebesar 2,91 persen.

Ia menyatakan upaya PPP untuk meminta Pemprov DKI melepas saham bir menunjukkan keberpihakan pada umat Islam. Sebab, ia menyatakan sampai saat ini masih ada pihak yang tidak menyetujui pelepasan saham tersebut.

"Sebagai partai Islam kami meyakini Miras dilarang untuk dikonsumsi," kata dia

Aziz turut meminta Pemprov DKI Jakarta untuk lebih berkonsentrasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berhubungan dengan pelayanan publik.

"PPP sudah merekomendasikan agar pemprov DKI memperbaiki portofolio kinerja saham-saham BUMD maupun saham pemda di beberapa perusaahaan," tambahnya.

Seperti diketahui, kepemilikan saham di PT Delta Djakarta yang dimiliki Pemprov DKI terus menjadi polemik. Pelepasan saham itu dipertanyakan oleh sejumlah fraksi di DPRD DKI dan masyarakat.

Salah satunya demo tolak saham bir yang digelar oleh ormas Islam FPI berujung pada larangan pemilihan sejumlah partai dan calon legislatif yang mendukung saham perusahaan bir tersebut.

FPI menyebut PPP sebagai partai yang menolak melepaskan saham bir. Dalam orasinya, Imam FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas Bahwa PPP tidak pantas sebagai partai yang mendukung aspirasi Islam.


Like And Share Ya Kalo Suka ^^
Share:

Saat Ini KPU Sudah Mencoret 174 WNA Dari Data Pemilu

Saat Ini KPU Sudah Mencoret 174 WNA Dari Data Pemilu


PPBola.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mencoret 73 data e-KTP Warga Negara Asing (WNA),  yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Total WNA yang sudah dicoret dari DPT hingga saat ini sebanyak 174 data.

"Ada 73 WNA yang dicoret oleh KPU sebelumnya sudah ada  101 data dari Dukcapil yang diserahkan ke KPU dan dicoret, sehingga total WNA yang dicoret KPU sebanyak 174 orang," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi.

Viryan menjelaskan 73 WNA ini tersebar di 11 provinsi dan berasal dari 25 negara. Sebelas provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kalbar, Kalteng, NTT, Sulteng, NTB, DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Saat Ini KPU Sudah Mencoret 174 WNA Dari Data Pemilu


Kata Viryan, bertambahnya jumlah WNA yang dicoret ini atas laporan dari KPU tingkat Provinsi. Sehingga, ia tak memungkiri bila jumlah WNA pemilik e-KTP yang terdaftar di DPT akan bertambah.

Saaat Ini KPU Sudah Mencoret 174 WNA Dari Data Pemilu



"Dengan laporan dari daerah, hal tersebut dimungkinkan," jelas Viryan.

Sebelumnya, KPU telah mencoret 101 data WNA yang tersebar di 17 provinsi. Dengan jumlah terbanyak berada di Bali 34 WNA, dan Jawa Timur 16 WNA. WNA ini tercatat berasal dari 29 negara di mana yang paling banyak berasal dari Jepang yakni 18 WNA dan Belanda terdapat 9 WNA.

KPU juga telah selesai melakukan verifikasi faktual terhadap 103 data Warga Negara Asing (WNA) pemilik e-KTP yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.


Baca Juga : Denny Sumargo Menahan Emosi Kepada Verny Hasan

Share:

Robertus Robert Ditangkap Polisi Dini Hari Tadi

Robertus Robert Ditangkap Polisi Dini hari Tadi


PPBola.net - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robert dikabarkan ditangkap polisi dari Markas Besar Polri pada Kamis dini hari, 7 Maret 2019. Penangkapan Robertus diduga lantaran mengkritik Tentara Nasional Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sebagai rekan dari Robertus Robert, Rachland Nashidi, mengatakan ia ingin mencari tahu dan medatangi Mabes Polri, setelah terjadi penangkapan oleh polisi pada larut malam.

Robertus Robert Ditangkap Polisi Dini Hari Tadi


Diapun langsung berangkat ke Mabes Polri untuk mengetahui secara jelas apa permasalahan yang dihadapi oleh rekannya itu.

Sebelumnya Robertus Robert telah mengklarifikasi video yang viral dengan menyebutkan bahwa dia mengkritik TNI.

Polisi pun menangkap Robert setelah video orasinya pada aksi kamisan pekan lalu viral.

Dosen UNJ itupun membantah bahwa dia tidak bermaksud untuk menkritik atau menghina TNI.

"Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini," ujar Robet saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Maret 2019. Apalagi dimaksudkan untuk menghina profesi, organisasi, institusi TNI.

Pukul 23.00, kata dia, ada empat anggota Bareskrim Polri yang didampingi beberapa polisi dari Kepolisian Sektor Sukmajaya membawa surat penyidikan dan penangkapannya. "Saya langsung dibawa ke (Bareskrim) Mabes Polri."

Robert kini telah didampingi oleh sejumlah penasihat hukumnya dan langsung di periksa. " Saya sudah ditetapkan sebagai tersangka." ujarnya.

Baca Juga : Andi Arief Mengancam Akan Menggugat Mahfud Md


Share:

Andi Arief Mengancam Akan Menggugat Mahfud Md



PPBola.net - Andi Arief meminta ke Mahfud Md untuk tidak melakukan spekulasi terkait kejadian yang menimpa dirinya. Dia pun mengancam akan melayangkan gugatan kepada Mahfud Md ke ranah hukum jika dia terus menerus melakukannya.

Andi Arief menuliskan sebuah pesan melalui akun Twitternya," Pak Prof@Mohmahfudmd, jangan sok tahu dan berspekulasi tentang kejadian yang saya alami ini. Saya bisa menuntut anda dan akan meminta lembaga yang memberikan anda gelar professor untuk mencabut kembali gelar Anda karena sok tahu dan sok benar."

Sebelumnya Mahfud Md memang berkomentar melalui akun Twitternya tentang kasus penangkapan terkait Narkoba yang dialami oleh Andi Arief.

" Bagaimana gelar professor seperti anda bisa menyimpulkan dengan sembarangan, Serahkan dan percayakan saja pada pihak Polri yang sedang melakukan investigasi kasus saya, Saya ini belum diadili dan pihak yang berwenang pun belum memberikan putusan hukum kepada saya."

Ini adalah sebagian bunyi cuitan Mahfud Md kepada Andi Arief.

- "Trims atas reposting cuitan saya. Waktu itu AA nyerang saya dikarenakan isu 7 Kontainer. Daripada ikut ngawur saya titip pesan kepada AA untuk menjauhi narkoba, sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan," Tulis Mahfud.

- "Bro, nikmatilah demokrasi dan jagalah negara ini. Yang kamu hadapi sekarang ini adalah proksi, termasuk narkoba. Jangan dekat-dekat narkoba, sekali terjerat kalian akan merusak kemanusiaanmu sendiri (berani membohongi orang tuamu, isterimu, anakmu, dan rakyatmu."

Mahfud Md menjelaskan jika itu semua dia lakukan kala Andi Arief menyerang dirinya ketika isu 7 kontainer surag suara yang sudah tercoblos.
Share:

ELEKTABILITAS PRABOWO TIDAK AKAN TERGANGGU TERKAIT KASUS ANDI ARIEF

Fadli Zon


JAKARTA, PPBola.net - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kasus dugaan penyalahgunaan Narkoba yang menjerat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief tidak mempengaruhi elektabilitas Prabowo Subianto. Sebab, kata dia, Narkoba sudah masuk ke semua lini saat ini.

"Saya kira enggak (mempengaruhi elektabilitas Prabowo), itu melanda semua kok, ada di semua lini, ada di elite, ada di partai - partai politik, mungkin hampir semua partai politik ada," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Dia yakin bahwa semua partai politik melarang kadernya menggunakan Narkoba. "Pasti itu, enggak ada yang menganjurkan, jadi jangan melihat ini sebagai bagian dari bagian politik, saya kira enggak ada hubungan," kata anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ini.

Dia menilai kasus yang menimpa Andi Arief tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat. Legislator asal Bogor, Jawa Barat ini menambahkan, Narkoba bisa melanda siapa pun.

"Dan saya kita harus dipisahkan dari partai, politik, dan termasuk dari agama, suku dan sebagainya, ini persoalan kita bersama. Persoalan Narkoba ini harus kita berantas bersama," kata Fadli Zon.


Share:

A.H.Y Memimpin Kampanye Nasional Partai Demokrat

Agus Harimurti Yudhoyono


Jakarta - Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui bahwa partainya masih perlu bekerja keras untuk bisa memenangkan Pemilu 2019.

Karena itu, sebagai pimpinan kampanye nasional Partai Demokrat, AHY mulai memetakan daerah mana saja yang perlu menjadi perhatian jelang pemilu.

"Oleh karena itu saya perlu mengetahui lebih dalam lagi, dan melakukan mapping atau pemetaan terhadap daerah-daerah pemilihan dapil-dapil dari caleg-caleg kami yang saat ini sedang berjuang, sejauh mana mereka telah meraih progres dari hari ke hari," kata AHY di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.

AHY menjelaskan pihaknya sudah memberikan kategori pada wilayah di Indonesia. Diantaranya kategori aman, rawan dan daerah potensial.

"Tapi juga tentu ada daerah-daerah potensial dengan ekstra maka yang tadinya dua kursi bisa menjadi tiga kursi, itu adalah ikhtiar kami," ungkapnya.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono ini pun enggan mengungkap daerah mana saja yang dianggap aman dan rawan. Dia hanya menegaskan Partai Demokrat akan mengupayakan pemenangan dengan mengandalkan kampanye para caleg ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kader demokrat akan bersatu padu, karena mereka tidak hanya sudah ikhlas menerima. mandat ini tapi juga menyambutnya dengan semangat untuk bisa berjuang dan menyukseskan, memenangkan para caleg Partai Demokrat," ucap AHY.

Caleg Berperan Raup Suara

AHY menegaskan caleg memiliki peranan penting untuk pemenangan Pemilu 2019. Partai berlambang Bintang Merah Putih Segitiga ini juga akan memberikan segala bentuk dukungan bagi para calegnya melakukan kampanye.

"Justru dari pusat saya sendiri sebagai Komando Kogasma, melakukan supporting sistem memberikan dukungan penuh pada caleg yang berjuang di sana sini, bahkan sebelum ibu ani sakit saya masih bergerak ke sulsel, dsb. kami ingin temen-temen Partai Demokrat mendapat perhatian dari rakyat," tandasnya.
Share:

Popular Posts

Total Pageviews

Blog Archive

PPBola . Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Histats

LIVE CHAT

Recent Posts